Selasa, 18 November 2014

Renungan # 3 : Tentang Kekuasaan Mengatur



Ada dua hal yang ingin saya sampaikan dalam renungan kali ini:

Pertama : Surah Al-Balad, 4 - 5

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorangpun yang berkuasa atasnya? (Al-Balad, 4 – 5)


Kedua: Postingan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di FB-nya tanggal 18 November 2014, terkait kenaikan harga BBM.

Berapapun harga BBM, kita berdoa kepada Allah Swt; kita bisa membeli dan dimudahkan dalam memenuhi kebutuhan hidup. Dan di musim hujan ini, alangkah baiknya kita tidak berkata  'semoga tidak hujan' atau 'semoga hujan', mintalah yang terbaik, mintalah 'diatur'; dipilihkan yang terbaik oleh Allah Swt. agar hujan tak disertai banjir atau diberi kemarau yang merugikan.


Dari kedua hal tersebut, mari kita merenung lagi
1.  Manusia mesti berusaha dan bersusah payah.
2.  Agar ia menyerahkan urusan kepada Allah.
3. Jangan merasa bisa “mengatur” hidup. Bertawakal artinya kesediaan untuk merasa hidupnya “diatur”, tidak saja oleh hukum-hukum Allah, tapi oleh perbuatan-perbuatan Allah.
4.  Allah tidak dimintai pertanggungjawab atas perbuatanNya, sedang manusia dimintai pertanggungjawaban.

Alhamdulillah, semoga kita selalu “merasa” ditolong oleh Allah dalam memahami ilmu-Nya, dalam melaksanakan ibadah kepada-Nya, dalam menjalani kehidupan di alam dunia dan akhirat.

19 November 2014.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar