Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun".
(Al-Baqarah:
155-156)
Patut
direnungkan:
1.
Manusia
pasti akan diuji atau diberi cobaan
2. Orang
yang diberi cobaan itu supaya tidak mengeluh, karena ayat ini sebenarnya
memberi kabar gembira kepada orang yang sabar.
3. Berikut
bunyi tafsir Jalalayn terhadap surah al-Baqarah ayat 156: “(Yaitu orang-orang yang apabila
mereka ditimpa musibah) bencana atau malapetaka (mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi') artinya sesungguhnya kita ini milik Allah; maksudnya menjadi milik
dan hamba-Nya yang dapat diperlakukan-Nya sekehendak-Nya, ('wa innaa ilaihi raaji`uun') artinya dan sesungguhnya
kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke akhirat, di sana kita akan diberi-Nya
balasan. Dalam sebuah hadis disebutkan, "Barang siapa yang istirja`/mengucapkan 'innaa
lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun' ketika mendapat musibah, maka ia diberi
pahala oleh Allah dan diiringi-Nya dengan kebaikan." Juga diberitakan bahwa pada suatu ketika
lampu Nabi saw. padam, maka beliau pun mengucapkan istirja`, lalu kata Aisyah, "Bukankah ini hanya sebuah lampu!" Jawabnya,"Setiap yang mengecewakan (hati) orang mukmin itu berarti musibah." Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam
kumpulan hadis-hadis mursalnya.”
21 November
2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar